Pada suatu hari ditahun ‘71
.
Me, kalo udah selesai makan ikut papa yuk? Ajak papa
Papa mau kemana?
Me, kalo udah selesai makan ikut papa yuk? Ajak papa
Papa mau kemana?
Mama ikut nggak, papa?
Nggak, mama nggak ikut si adik demam.
Nggak, mama nggak ikut si adik demam.
Teteh ikut nggak, papa?
Nggak, kalo mama nggak pergi teteh nggak mau ikut.
Oh, me ikut papa, iya?
Iya, ayo me!
Loncatlah me ke mobil.
Oh, me ikut papa, iya?
Iya, ayo me!
Loncatlah me ke mobil.
Nggak lupa boneka si beruang coklat slalu dipelukan me.
.
Rasanya jauh sekali.
Papa kita mau kemana?
Rasanya jauh sekali.
Papa kita mau kemana?
Kapan kita sampe, papa?
Sebentar lagi kita sampe me... kamu haus?
Sebentar lagi kita sampe me... kamu haus?
Iya, papa...
Papa kasih me minum.
.
Kita lewatin sawah2.
Kita lewatin sawah2.
Jalanan yang nggak biasanya .
Papa, kita mau kemana? Me tanya lagi.
Kita mau kesuatu tempat yang ada banyak anak2nya. Jawab papa.
Papa, kita mau kemana? Me tanya lagi.
Kita mau kesuatu tempat yang ada banyak anak2nya. Jawab papa.
Ke sekolah, papa? Tanya me lagi.
Bukan, sebuah rumah yang penghuninya anak2.
Bukan, sebuah rumah yang penghuninya anak2.
Anak2 yang tidak ada mama papanya.
Mama papanya kemana, papa?
Mama papanya ada yang sudah meninggal.
Atau mama papanya tidak mampu untuk memberi makan dan baju untuk anaknya.
Jadi dititipakan dirumah itu yang kita sebut "panti asuhan".
Panti asuhan apa itu, papa?
Ya itu, rumah untuk anak2 yang terlantar.
Karna tidak ada yang menjaga dan mengurusnya.
Seperti kamu, kalo mama dan papa sedang tidak ada dirumah.
Dan kamu dijaga dan diurus si bibi. Jelas papa.
.
Tiba2 mobil berhenti depan rumah besar sekali.
Me dan papa turun dari mobil.
Seorang ibu dan bapak menyambut kami dengan ramah.
Sepertinya mereka udah sangat mengenal papa.
Lalu mereka berjalan ke belakang mobil papa.
Mengeluarkan kotak2 dus dari mobil.
Dan membawa masuk ke dalam rumah.
.
Papa, liat orang itu ambil sesuatu dari mobil kita? Me berbisik.
Iya, itu memang untuk anak2 disini. Papa balik bisik.
.
Kita masuk rumah besar itu.
Kita masuk rumah besar itu.
Sepi...
Papa, kata papa banyak anak2 disini. Kok nggak ada anak2nya?
Waktunya pada bobo siang, me.
Papa, kata papa banyak anak2 disini. Kok nggak ada anak2nya?
Waktunya pada bobo siang, me.
Kita duduk...
Dan me dengan si beruang dipelukan.
Datang ibu dan bapak tadi.
Datang ibu dan bapak tadi.
Mereka bicara dengan papa.
Tiba2, datang berlari seorang anak laki2 seumuran me.
Berlari ke ibu yang sedang bicara dengan papa. Dan si ibu memeluknya.
Papa menyapanya: kok udah bangun?
Anak laki2 itu terseyum.
.
Dan tidak lama me dan si anak laki2 itu bermain berdua.
Bonekanya bagus... kata si anak laki sambil menunjuk si beruang dipelukan me.
Mau sayang2 si beruang juga? Tanya me.
Si anak laki mengangguk.
Si beruang pindah kedalam pelukan si anak laki.
.
Ayo, me kita pulang... papa janji akan anter mama ke dokter bawa adik.
Me minta kembali si beruang dari si anak laki.
Me minta kembali si beruang dari si anak laki.
Dia mengembalikannya...
Dan sambil berbisik: mau punya boneka seperti ini...
Kamu mau? ambil aja... Kata me.
Senengnya muka si anak laki itu.
.
Me, kamu betul2 mau kasih si beruang sama si anak laki itu?
Me, kamu betul2 mau kasih si beruang sama si anak laki itu?
Tanya papa sambil bekerut dahi.
Iya, papa... biar dianya ada temannya.
Betul2?. Ulang papa
Betul2, papa! Jawab me.
Oh! papa sambil tersenyum.
Oh! papa sambil tersenyum.
.
Me pulang tanpa si beruang coklat.
Me pulang tanpa si beruang coklat.
Ada rasa aneh dihati me.
Sedih!
Tapi juga seneng!
.
^-^
'
(pada hari ulang tahun me kemudian dirayakan dirumah besar itu dan bertemu si beruang)
(pada hari ulang tahun me kemudian dirayakan dirumah besar itu dan bertemu si beruang)
0 comments:
Post a Comment