Pada suatu hari ditahun’76
.
Rada dingin ya me?
Iya, papa...
.
Rada dingin ya me?
Iya, papa...
.
Papa suka, sejuk dan udaranya bersih.
Papa suka, sejuk dan udaranya bersih.
Dan jauh dari kebisingan kota.
Kalo kamu gimana? Suka juga tinggal disini, me?
Me suka juga, pa...
Kalo kamu gimana? Suka juga tinggal disini, me?
Me suka juga, pa...
Pemandangan disini cantik.
Dan kalo tiap malem kabut masuk ruang tamu,
itu yg me suka banget pa!
Ditambah tiap sore si ibu slalu bikin bajigur atau bandrek dan ketimus.
Sedap!
.
Pa, tapi me kangen temen2.
Pa, tapi me kangen temen2.
Disini me nggak punya temen... sekolah juga jauh.
Kita hanya sementara aja kok disini. me.
2 atau 3 bulan lagi kita akan kembali ke kota. Sambung papa.
.
Tapi itu nggak akan sama lagi pa...
Me kangen rumah yg di DS dan temen2 disana.
Me kangen smuanya!.
Papa senyum dan peluk me...
.
Me, kamu tau kan kenapa kita harus jual rumah DS?
Me, kamu tau kan kenapa kita harus jual rumah DS?
Kata papa menjualnya karna papa perlu uang.
Pastinya kamu ber-tanya2... uang itu untuk apa ya?
Emang, papa... me ber-tanya2.
Tapi me nggak berani tanya papa,
abis papa me liat sibuk dan kecapean mulu.
.
Me tau kan?
Papa bisa menyediakan segala kebutuhan me dan anak2 lainnya.
Smua itu dari usaha dan kerja keras papa.
Tapi kadang usaha dan kerja keras itu tidak slalu menghasilkan sesuatu yang kita inginkan.
Malah sebaliknya.
Contohnya gini me: Papa buat sesuatu untuk dijual...
Dan ternyata sesuatu itu tidak terjual, nggak ada yg beli.
Sementara untuk membuat sesuatu itu papa membutuhkan uang.
Nah, apa yang menimpa papa sekarang ini seperti itu.
Dan uang untuk membuat sesuatu itu papa pinjam dari bank.
Dengan ada jangka waktunya kapan uang itu harus dikembalikan lagi.
.
Me, sebelum papa trusin me ngerti nggak?
Ngerti, trusin pa...
Ngerti, trusin pa...
.
Sesuatu itu ternyata tidak terjual.
Sesuatu itu ternyata tidak terjual.
Sementara, papa udah waktunya harus mengembalikan uang pinjaman papa itu.
Dan papa tidak punya uang.
Terpaksalah papa menjual rumah DS yang kita cintai itu.
Karna rumah DS yang bisa secepatnya bisa terjual.
Untuk membayar pinjaman papa ke bank.
Yang hampir lewat batas waktunya.
.
Me, ngerti?
Ya, papa.
.
Papa, kenapa nggak bikin sesuatu itu kalo orang emang udah pesan?
Papa, kenapa nggak bikin sesuatu itu kalo orang emang udah pesan?
Jadi pasti akan lakunya.
Bisa juga begitu me... papa lakukan itu juga.
Kadang kita harus berani, me...
Berani apa pa?
Ya, papa harus berani berspekulasi...
Ya, papa harus berani berspekulasi...
.
Omongan papa terputus.
Karna mama panggil kami untuk makan siang.
.
Berspekulasi?
Berspekulasi?
.
Beberapa hari kemudian,
Beberapa hari kemudian,
me baru ngerti apa itu spekulasi yang dimaksud papa.
.
wah! papa pemberani!
wah! papa pemberani!
.
^-^
0 comments:
Post a Comment