Pada suatu hari ditahun’86
.
Minggu pagi me dan adik2...
Minggu pagi me dan adik2...
si adik I,
si adik II
dan
si adik III.
Berkumpul dan bercanda dengan papa ditempat tidur.
Udah beberapa hari ini papa semakin lemah,
karna sakitnya.
Kita berusaha menghiburnya.
.
Tiba2...
Tiba2...
Apa yang kalian paling suka dari bagian kepala papa?
Tanya papa.
.
Kami menjawab.
Si adik I:
Si adik I:
suka sama rambut papa nggak ada ubannya.
Si adik II:
Si adik II:
suka sama idung papa yang gede.
Si adik III:
Si adik III:
suka sama mata papa yang belo.
Me:
Me:
nggak suka sama kuping papa, jelek!
.
Hahahahha! Papa ketawa.
Hahahahha! Papa ketawa.
Coba sini, liat kuping kalian... satu2 papa liat kuping kami.
Iya, kalian punya kuping bagus2.
Nggak seperti kuping papa. Sambil papa kasih muka sedih.
.
Wah, gimana kalo kalian pake giwang 2 atau 3 ya?
Wah, gimana kalo kalian pake giwang 2 atau 3 ya?
Sepertinya tambah cantik ya?
Serentak: nggaaaaaaaaaaaaaaaaaaak! ditindik kan sakit pa.
Serentak: nggaaaaaaaaaaaaaaaaaaak! ditindik kan sakit pa.
.
Yah, kalian payah... kena jarum aja udah takut...
Yah, kalian payah... kena jarum aja udah takut...
Payah deh... payah deh anak2 papa!
Penakut!
Papa ngeledek.
Papa ngeledek.
.
Serantak lagi: biaaaaaaaaaaaaaaar!
Serantak lagi: biaaaaaaaaaaaaaaar!
Papa aja sana tindik kuping sendirinya. Sambung kami.
Kuping papa kan jelek... nggak bagus donk!
Kuping papa kan jelek... nggak bagus donk!
Kata papa triak juga.
.
Dua hari kemudian.
Dua hari kemudian.
.
Me dan adik2 : Kejutan!
Hah!
Me dan adik2 : Kejutan!
Hah!
Betulan ini?
Satu2 papa cek kuping kami.
Serentak: betulan donk!
Ya, ampun... papa kan cuma becanda.
Serentak: betulan donk!
Ya, ampun... papa kan cuma becanda.
Kenapa kalian jadi betulan tindik kuping?
.
Makanya, jangan bilang kita penakut...
Kita ingin buktikan ke papa kalo kita bukan penakut.
Makanya, jangan bilang kita penakut...
Kita ingin buktikan ke papa kalo kita bukan penakut.
.
Papa bengong se-bengong2nya...
Papa bengong se-bengong2nya...
.
Ya, ampun!
Ternyata, anak2 papa pemberani ya.
Iya donk, pa!
Apalah artinya ditusuk jarum, sakit sebentar.
Ya, ampun!
Ternyata, anak2 papa pemberani ya.
Iya donk, pa!
Apalah artinya ditusuk jarum, sakit sebentar.
.
Hehehehe...
Hehehehe...
Kami ketawa bareng2.
Jarum tidak seberapa...
Ada yang lebih dari ini yang kalian harus lebih berani menghadapinya.
Jarum tidak seberapa...
Ada yang lebih dari ini yang kalian harus lebih berani menghadapinya.
Kata papa.
.
Me dan adik2, tercenung...
.
Ah, kalian tambah cantik2 dengan dua giwang dikuping kalian.
Kapan lagi kalian akan tindik yg ke 3?
Kata papa sambil senyum.
Ah, kalian tambah cantik2 dengan dua giwang dikuping kalian.
Kapan lagi kalian akan tindik yg ke 3?
Kata papa sambil senyum.
Kami balas senyum.
.
Si cantik2, Papa istirahat dulu ya?
Kami peluk cium papa.
Kami peluk cium papa.
Dan meninggalkan papa untuk istirahat.
.
Hati me:
Papa, papa adalah manusia pemberani yang me tau.
Hati me:
Papa, papa adalah manusia pemberani yang me tau.
Me ingin punya keberanian seperti itu.
.
Sekarang me sedang ketakutan, papa...
Sangat takut!
.
----
.
(takut papa pergi dari me...)
No comments:
Post a Comment